Acara ini dilaksanakan pada 26 Maret 2026 dalam acara rutin tahunan Halal Bihalal yang digelar pasca libur Idul Fitri. Mengusung tema “Kembali Fitri,suci seperti lahir kembali,” acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika untuk saling memaafkan dan memperkuat solidaritas antarsesama tenaga kesehatan masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini dihadiri oleh Direktur AKPER Pemkab Ngawi, jajaran dosen, staf administratif, hingga seluruh mahasiswa dari berbagai angkatan. Dalam sambutannya, pimpinan menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan fondasi untuk membangun lingkungan kerja dan belajar yang harmonis.
“Sebagai institusi yang mencetak calon perawat, nilai kemanusiaan dan kemampuan berkolaborasi adalah kunci. Momen ini kita gunakan untuk membersihkan hati, sehingga semangat pengabdian kita kepada masyarakat Ngawi tetap terjaga,” ujar Direktur dalam pidatonya.
Selain sesi khidmat, acara Halal Bihalal kali ini terasa lebih berwarna dengan adanya sesi Panggung Religi. Mahasiswa turut ambil bagian dalam melantunkan lagu-lagu Islami dan selawat yang menyejukkan hati. Penampilan akustik religi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat suasana kekeluargaan yang religius di lingkungan kampus.
Kegiatan kemudian ditutup dengan momen yang paling dinantikan, yaitu Ramah Tamah dan Makan Bersama. Seluruh civitas akademika berkumpul menikmati hidangan khas Lebaran yang telah disediakan. Di sela-sela santap siang, canda tawa dan obrolan santai antar dosen serta mahasiswa memecah sekat formalitas, menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat untuk bekerja sama di semester mendatang.
Sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional dan berakhlak mulia, kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri kita. Islam telah mengatur salah satu instrumen paling ampuh untuk membantu sesama sekaligus menyucikan diri, yaitu Zakat.
Di lingkungan Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Ngawi, semangat berbagi ini diwadahi oleh BEM melalui Divisi Kerohanian. Zakat bukan sekadar menggugurkan kewajiban agama, melainkan wujud nyata dari nilai kemanusiaan yang kita pelajari setiap hari di bangku kuliah.
Mengapa Berzakat Melalui BEM Kerohanian?
Menyalurkan zakat, infaq, maupun sedekah melalui organisasi mahasiswa di kampus memiliki makna strategis:
1. Sinergi Profesional: BEM Kerohanian bekerja sama dengan lembaga amil zakat terpercaya seperti LMI (Lembaga Manajemen Infaq) untuk memastikan setiap rupiah yang terkumpul dikelola secara profesional dan transparan.
2. Dampak Lokal: Prioritas penyaluran diarahkan kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan kampus Jl. Dr. Wahidin, panti asuhan mitra, serta masyarakat Ngawi yang membutuhkan bantuan kesehatan dan pangan.
3. Membangun Karakter Perawat: Melalui program seperti Bakti Sosial Ramadhan, mahasiswa belajar untuk tidak hanya terampil secara medis, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kondisi sosial pasien dan lingkungan.
Program UnggulanKami
Setiap tahunnya, Divisi Kerohanian menginisiasi berbagai program filantropi, di antaranya:
• Zakat Fitrah Kolektif: Memfasilitasi mahasiswa dan dosen di akhir bulan Ramadhan.
• Tebar Sembako & Santunan: Penyaluran hasil zakat dan infaq dalam bentuk paket kebutuhan pokok untuk kaum dhuafa.
Mari Berkontribusi!
Harta yang kita keluarkan untuk zakat tidak akan pernah berkurang, melainkan tumbuh menjadi keberkahan bagi pemiliknya dan harapan bagi penerimanya. Sedikit dari kita, berarti besar bagi mereka.
Bagi rekan-rekan mahasiswa, staf, maupun dosen yang ingin menunaikan kewajiban zakat atau berbagi melalui infaq, silakan menghubungi pengurus Divisi Kerohanian BEM di ruang organisasi atau melalui kanal komunikasi resmi kami.
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Mari jadikan kampus kita bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi juga tempat berseminya amal jariyah.
Ngawi 15 Maret 2025,Bulan Ramadan selalu menjadi momentum yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial. Semangat inilah yang melatarbelakangi kegiatan berbagi takjil gratis yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Akper Ngawi pada pukul 17.00 sore.
Dalam aksi sosial ini, sebanyak 375 box takjil disalurkan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan, pengemudi ojek online, serta pejalan kaki yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.
Wujud Kepedulian dan Kebersamaan
Kegiatan yang berlokasi di Lampu merah perempatan siliwangi ini dimulai sejak pukul 17.00 WIB. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, di mana ratusan paket habis tersalurkan dalam waktu kurang dari satu jam.
Hamas selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa angka 375 box ini merupakan hasil donasi kolektif dari para anggota dan donatur yang ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh rahmat ini.
“Tujuan utama kami adalah untuk membantu sesama, terutama mereka yang mungkin belum sempat sampai di rumah saat azan magrib berkumandang. Meskipun sederhana, kami berharap 375 box takjil ini dapat memberikan kemudahan bagi mereka untuk menyegerakan berbuka puasa”
Paket takjil yang dibagikan berisi menu yang menyegarkan dan bergizi, Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan pahala yang besar, setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
Selain nilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Fenomena “war takjil” yang sempat viral belakangan ini justru menambah kemeriahan suasana, di mana semua golongan masyarakat bersatu dalam kegembiraan menyambut waktu berbuka.
Bulan suci Ramadhan bukan sekadar momen untuk menahan lapar dan haus, melainkan kesempatan emas untuk memperkuat spiritualitas dan integritas moral. Semangat inilah yang diusung oleh Akper Pemkab Ngawi melalui penyelenggaraan Pondok Ramadhan pada tanggal 10 Maret tahun 2026,sebuah agenda tahunan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan nilai-nilai religius di tengah kesibukan akademik keperawatan.
Kegiatan yang mengusung tema ” Optimalkan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan untuk mencetak Generasi Berkarakter Islami ini dirancang sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk memperdalam ilmu agama di tengah kesibukan praktik dan perkuliahan.Kegiatan yang rutin dikoordinasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini bertujuan untuk menciptakan calon tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki empati dan akhlak yang mulia. Kegiatan Pondok Ramadhan juga diisi oleh ceramah yang menjelaskan tentang hikmah bulan ramadhan dan ibadah puasa di sebagai pensucian diri dan pembersih hati.
Dari materi diatas dapat kita simpulkan bahwa Keunggulan Puasa dan Ketaatan Salat meliputi:
1. Melalui puasa, kita belajar menahan keinginan sesaat demi tujuan yang lebih besar, yang memperkuat ketahanan mental dan kesabaran.
2. Taat dalam melaksanakan salat memiliki dampak sosial dan personal yang nyata. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, salat yang didirikan dengan benar dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ini adalah bentuk “pembersihan diri” harian agar perilaku kita tetap terjaga.
Mengintegrasikan Ilmu Keperawatan dan Nilai Spiritual
Pondok Ramadhan di Akper Ngawi memiliki keunikan tersendiri karena sering kali mengintegrasikan aspek spiritual dengan pengabdian masyarakat. Beberapa agenda utama dalam kegiatan ini biasanya meliputi:
Kajian Keislaman & Buka Bersama: Mahasiswa mengikuti materi keagamaan yang relevan dengan etika profesi kesehatan, dilanjutkan dengan buka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi antarangkatan dan dosen.
Tadarus dan Ibadah Berjamaah: Mengisi waktu luang di sela kegiatan dengan memperbanyak interaksi terhadap kitab suci Al-Qur’an.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalahMenuju Lulusan yang Unggul
Akademi Keperawatan Pemkab Ngawi yang telah berdiri sejak tahun 1998 terus berkomitmen mencetak lulusan yang disiplin dan jujur. Kegiatan seperti Pondok Ramadhan ini menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan visi tersebut, memastikan bahwa setiap lulusannya siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati di bawah naungan nilai-nilai religius.
Ngawi, 08 Maret 2026, Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Akademi Keperawatan (AKPER) Pemerintah Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Sidolaju, Ngawi ini menghadirkan berbagai aksi sosial seperti sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyaluran bantuan bagi korban bencana di Sumatra.
Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati lokasi kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kehadiran mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) AKPER Ngawi, dosen, serta tenaga kependidikan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan mengenakan seragam praktik, para mahasiswa tampak antusias melayani masyarakat dalam berbagai pemeriksaan kesehatan.
Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga
Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang meliputi:
Pemeriksaan tekanan darah
Pemeriksaan kadar gula darah
Pemeriksaan kolesterol
Konsultasi kesehatan
Pemberian obat sesuai kebutuhan
Layanan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, mahasiswa juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pola makan sehat saat berpuasa, pencegahan penyakit tidak menular, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kolaborasi Sosial AKPER dan LMI
Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga sosial kemanusiaan. LMI turut berperan dalam penyediaan bantuan sosial berupa sembako murah yang sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di wilayah Desa Sidolaju.
Tidak hanya itu, sebagian bantuan yang dihimpun juga ditujukan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatra, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan kepada saudara-saudara yang terdampak musibah.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama menebarkan kebaikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa Keperawatan
Bagi mahasiswa AKPER Ngawi, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan secara langsung di masyarakat. Mahasiswa berlatih melakukan asesmen kesehatan, memberikan edukasi, hingga melakukan tindakan sederhana sesuai dengan kompetensi keperawatan komunitas.
Pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kemampuan critical thinking dan keterampilan praktik mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi kesehatan masyarakat.
Perwakilan BEM AKPER Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial Ramadhan 1447 H ini. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan,” ungkapnya.
Membangun Kepedulian dan Kesehatan Masyarakat
Di tengah berbagai tantangan kesehatan dan ekonomi masyarakat saat ini, kegiatan bakti sosial ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar berkat kerja sama yang solid antara panitia, mahasiswa, dosen, serta dukungan dari berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, AKPER Pemkab Ngawi berharap tradisi bakti sosial di bulan Ramadhan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga dapat menumbuhkan nilai kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, peduli, dan berdaya saing di masa depan.