BEM Akper Ngawi Berpartisipasi dalam Pemeriksaan Kesehatan Calon Duta Genre Kabupaten Ngawi

(Ngawi, 16 Februari 2026) – Dalam rangkaian seleksi Duta Generasi Berencana (Duta Genre) Kabupaten Ngawi tahun 2026, telah dilaksanakan tes kesehatan pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan finalis yang tidak hanya unggul dalam intelektual dan kemampuan public speaking, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang sehat dan prima.

Tes kesehatan diikuti oleh seluruh peserta yang telah lolos tahap administrasi dan seleksi awal. Sejak pagi hari, para peserta hadir dengan penuh semangat dan antusiasme, mengenakan pakaian rapi serta membawa persyaratan yang telah ditentukan panitia. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta privasi masing-masing peserta selama proses pemeriksaan berlangsung.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, lingkar lengan atas (LILA), tinggi badan, berat badan, serta wawancara singkat mengenai riwayat penyakit dan alergi bawaan. Selain itu, dilakukan skrining kesehatan umum guna memastikan tidak adanya kondisi medis tertentu yang dapat menghambat aktivitas peserta selama masa karantina maupun saat menjalankan tugas sebagai Duta Genre nantinya.

Pelaksanaan tes kesehatan ini merupakan bentuk kerja sama antara panitia Duta Genre Kabupaten Ngawi dengan BEM Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Ngawi. Pihak Duta Genre secara resmi mengajak BEM Akper Ngawi untuk turut membantu dalam proses pemeriksaan kesehatan calon peserta. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi positif antara program pembinaan generasi muda dengan institusi pendidikan kesehatan di Kabupaten Ngawi.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Akper Ngawi berperan aktif dalam membantu proses pemeriksaan, mulai dari pengukuran tekanan darah, LILA, tinggi dan berat badan, hingga pendataan hasil pemeriksaan peserta. Keterlibatan ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi pengalaman praktik yang berharga dalam mengaplikasikan keterampilan klinis dasar serta komunikasi efektif kepada peserta.

Ketua panitia Duta Genre Kabupaten Ngawi menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM Akper Ngawi dalam kegiatan ini.

 “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan BEM Akper Ngawi yang telah membantu proses pemeriksaan kesehatan. Kolaborasi ini sangat membantu kelancaran kegiatan dan memastikan seluruh peserta dapat terdata dengan baik,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan BEM Akper Ngawi juga menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian serta implementasi ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. “Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam seleksi Duta Genre Kabupaten Ngawi. Semoga melalui pemeriksaan ini, para finalis benar-benar siap secara fisik dan mampu menjadi role model remaja yang sehat dan inspiratif,” ungkapnya.

Seluruh proses pemeriksaan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Dengan kerja sama yang solid antara panitia dan BEM Akper Ngawi, kegiatan tes kesehatan berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon Duta Genre Kabupaten Ngawi tidak hanya siap secara intelektual dan kepribadian, tetapi juga dalam kondisi kesehatan yang optimal. Sinergi antara generasi muda dan mahasiswa kesehatan ini diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan positif lainnya demi mewujudkan generasi yang sehat, berencana, dan berdaya saing di masa depan.

MENELADANI SPIRIT ISRA MI’RAJ DALAM MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KARAKTER MAHASISWA KEPERAWATAN YANG PROFESIONAL DAN BERAKHLAK MULIA

Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Institusi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi menyelenggarakan rangkaian kegiatan keagamaan yang khidmat pada tanggal 22 januari 2026. Acara ini dihadiri oleh Bapak ibu Dosen, Staf, serta Mahasiswa Keperawatan dengan tujuan memperkuat nilai spiritualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Diawali Dengan Tadarus Bersama    

Kegiatan dimulai dengan sesi Tadarus Al-Qur’an. Seluruh peserta yang hadir bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci sebagai bentuk syukur dan permohonan keberkahan bagi institusi. Tadarus ini menjadi sarana untuk menenangkan jiwa sebelum memulai rangkaian acara utama, sekaligus mengingatkan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalankan profesi yang mulia. Pembacaan ayat suci merupakan elemen penting untuk mempererat hubungan spiritual antar Mahasiswa di lingkungan kerja.

Acara selanjutnya adalah Melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an

Melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu Mahasiswa dari Akper Pemkab Ngawi yaitu Sofyan Dawod.Membaca ayat suci Al-Qur;an saat peringatan Isra Mi’raj itu bukan sekadar pengisi acara, tapi punya makna dan tujuan yang dalam.

Beberapa tujuannya antara lain:

1. Mengagungkan dan mendekatkan diri kepada Allah
Isra Mi’raj adalah peristiwa agung. Membaca Al-Qur’an menjadi bentuk ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.

2. Mendapat pahala
Setiap huruf Al-Qur’an bernilai pahala, apalagi dibaca dalam momen peringatan hari besar Islam.

3. Sebagai syiar Islam
Lantunan Al-Qur’an menjadi dakwah yang lembut, mengajak umat untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan ajarannya.

Jadi intinya, melantunkan ayat suci Al-Qur’an saat Isra Mi’raj itu agar acara bernilai ibadah, penuh makna, dan membawa keberkahan.

Lalu dilanjutkan Acara Inti Yaitu Ceramah Oleh Ustadz YUSUF HELMI AHMAD

Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang mengusung tema “Tema yang Diangkat yaitu ’’Meneladani Spirit Isra Mi’raj dalam Meningkatkan Keimanan dan Karakter Mahasiswa Keperawatan yang Profesional dan Berakhlak Mulia’’

Dalam tausiyahnya, pembicara menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol ketangguhan dan kasih sayang dalam melayani sesama.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan bagi tenaga kesehatan adalah:

1. Empati dan Ketulusan: Sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang dihibur oleh Allah melalui Isra Miraj setelah melewati masa kesedihan (Amul Huzn), perawat diharapkan memiliki empati tinggi terhadap pasien yang sedang berada dalam masa sulit.

2. Ketaatan dan Tanggung Jawab: Perintah shalat lima waktu yang dibawa Nabi dari peristiwa ini mengajarkan tentang kedisiplinan dan komunikasi intens kepada Sang Pencipta. Bagi perawat, ini diimplementasikan melalui tanggung jawab penuh dalam menjaga kualitas asuhan keperawatan dan berkomunikasi baik dengan pasien.

3. Etika Pelayanan Dan Berkah Akhirat: Profesi perawat yang berorientasi pada keselamatan jiwa manusia mencerminkan ketaatan kepada Allah, sejalan dengan nilai-nilai yang dipetik dari hikmah pelayanan kesehatan.

Penutup

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh peserta isra mi’raj senantiasa diberikan kekuatan serta kesabaran dalam mengabdi. Melalui peringatan ini, diharapkan setiap langkah pelayanan yang diberikan bukan hanya sekadar tugas profesional, tetapi juga menjadi ladang ibadah yang berlandaskan pada akhlak mulia Rasulullah SAW.