Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Institusi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi menyelenggarakan rangkaian kegiatan keagamaan yang khidmat pada tanggal 22 januari 2026. Acara ini dihadiri oleh Bapak ibu Dosen, Staf, serta Mahasiswa Keperawatan dengan tujuan memperkuat nilai spiritualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Diawali Dengan Tadarus Bersama

Kegiatan dimulai dengan sesi Tadarus Al-Qur’an. Seluruh peserta yang hadir bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci sebagai bentuk syukur dan permohonan keberkahan bagi institusi. Tadarus ini menjadi sarana untuk menenangkan jiwa sebelum memulai rangkaian acara utama, sekaligus mengingatkan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalankan profesi yang mulia. Pembacaan ayat suci merupakan elemen penting untuk mempererat hubungan spiritual antar Mahasiswa di lingkungan kerja.
Acara selanjutnya adalah Melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an
Melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu Mahasiswa dari Akper Pemkab Ngawi yaitu Sofyan Dawod.Membaca ayat suci Al-Qur;an saat peringatan Isra Mi’raj itu bukan sekadar pengisi acara, tapi punya makna dan tujuan yang dalam.
Beberapa tujuannya antara lain:
1. Mengagungkan dan mendekatkan diri kepada Allah
Isra Mi’raj adalah peristiwa agung. Membaca Al-Qur’an menjadi bentuk ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.
2. Mendapat pahala
Setiap huruf Al-Qur’an bernilai pahala, apalagi dibaca dalam momen peringatan hari besar Islam.
3. Sebagai syiar Islam
Lantunan Al-Qur’an menjadi dakwah yang lembut, mengajak umat untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan ajarannya.
Jadi intinya, melantunkan ayat suci Al-Qur’an saat Isra Mi’raj itu agar acara bernilai ibadah, penuh makna, dan membawa keberkahan.
Lalu dilanjutkan Acara Inti Yaitu Ceramah Oleh Ustadz YUSUF HELMI AHMAD

Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang mengusung tema “Tema yang Diangkat yaitu ’’Meneladani Spirit Isra Mi’raj dalam Meningkatkan Keimanan dan Karakter Mahasiswa Keperawatan yang Profesional dan Berakhlak Mulia’’
Dalam tausiyahnya, pembicara menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol ketangguhan dan kasih sayang dalam melayani sesama.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan bagi tenaga kesehatan adalah:
1. Empati dan Ketulusan: Sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang dihibur oleh Allah melalui Isra Miraj setelah melewati masa kesedihan (Amul Huzn), perawat diharapkan memiliki empati tinggi terhadap pasien yang sedang berada dalam masa sulit.
2. Ketaatan dan Tanggung Jawab: Perintah shalat lima waktu yang dibawa Nabi dari peristiwa ini mengajarkan tentang kedisiplinan dan komunikasi intens kepada Sang Pencipta. Bagi perawat, ini diimplementasikan melalui tanggung jawab penuh dalam menjaga kualitas asuhan keperawatan dan berkomunikasi baik dengan pasien.
3. Etika Pelayanan Dan Berkah Akhirat: Profesi perawat yang berorientasi pada keselamatan jiwa manusia mencerminkan ketaatan kepada Allah, sejalan dengan nilai-nilai yang dipetik dari hikmah pelayanan kesehatan.
Penutup

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh peserta isra mi’raj senantiasa diberikan kekuatan serta kesabaran dalam mengabdi. Melalui peringatan ini, diharapkan setiap langkah pelayanan yang diberikan bukan hanya sekadar tugas profesional, tetapi juga menjadi ladang ibadah yang berlandaskan pada akhlak mulia Rasulullah SAW.














































