WEBINAR SMART BERMEDSOS BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN

Di era digital saat ini, media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga mencerminkan profesionalitas seseorang, termasuk bagi calon tenaga kesehatan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Keperawatan Pemkab Ngawi menyelenggarakan webinar bertajuk *“Smart Bermedsos bagi Mahasiswa Keperawatan”* pada Jumat, 7 November 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan mahasiswa tingkat II, yaitu *Angga Putra N.* dan *Zahwa Septya C.A.* Webinar ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Akper Pemkab Ngawi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya etika digital dan profesionalisme dalam penggunaan media sosial.

Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan harus memahami bahwa aktivitas di media sosial dapat berdampak pada citra profesi maupun institusi. “Sebagai perawat, kita terikat pada kode etik profesi. Apa yang kita unggah di media sosial dapat memengaruhi kepercayaan pasien serta citra institusi,” ujar salah satu narasumber saat menyampaikan materi.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga batas antara kehidupan pribadi dan profesional di dunia maya. Mahasiswa juga diingatkan untuk selalu menjaga kerahasiaan pasien sebagai bagian dari tanggung jawab profesi. Informasi terkait kondisi pasien, termasuk foto, video, maupun hasil pemeriksaan medis, tidak boleh dibagikan di media sosial meskipun tanpa mencantumkan identitas pasien. Pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan ini tidak hanya berdampak secara etika, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi akademik maupun hukum.

Selain itu, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun personal branding yang positif. Mahasiswa didorong untuk menggunakan platform digital sebagai media berbagi kegiatan akademik, pengalaman belajar, maupun edukasi kesehatan kepada masyarakat. Dengan cara tersebut, media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi pribadi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri dan kontribusi edukatif bagi publik.

Dalam webinar tersebut juga disampaikan pentingnya sikap bijak dalam menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Mahasiswa diharapkan tidak mudah membagikan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa informasi yang disebarkan berasal dari sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Di sisi lain, etika komunikasi di ruang digital juga menjadi perhatian penting. Mahasiswa diingatkan untuk selalu menggunakan bahasa yang santun dalam berdiskusi di media sosial serta menghindari konflik digital yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi. Mengeluhkan dosen, tempat praktik, atau beban akademik di media sosial juga dinilai dapat mencerminkan sikap yang kurang profesional.

Meskipun demikian, media sosial tetap memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Platform digital dapat menjadi sarana untuk membangun jejaring dengan mahasiswa keperawatan maupun tenaga kesehatan dari berbagai daerah. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengikuti akun resmi organisasi kesehatan seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) atau Kementerian Kesehatan untuk memperoleh informasi dan perkembangan ilmu kesehatan terbaru.

Melalui kegiatan webinar ini, BEM Akper Pemkab Ngawi berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta tetap menjunjung tinggi etika profesi keperawatan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu membangun citra diri yang positif, tetapi juga turut menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi perawat dan institusi pendidikan.

SINERGI AKPER PEMKAB NGAWI DAN LMI: BEM MAHASISWA HADIRKAN BAKTI SOSIAL RAMADHAN 1447 H UNTUK MASYARAKAT

Ngawi, 08 Maret 2026, Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Akademi Keperawatan (AKPER) Pemerintah Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Sidolaju, Ngawi ini menghadirkan berbagai aksi sosial seperti sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyaluran bantuan bagi korban bencana di Sumatra.

Sejak pagi hari, masyarakat mulai memadati lokasi kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kehadiran mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) AKPER Ngawi, dosen, serta tenaga kependidikan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan mengenakan seragam praktik, para mahasiswa tampak antusias melayani masyarakat dalam berbagai pemeriksaan kesehatan.

Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga

Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang meliputi:

  • Pemeriksaan tekanan darah
  • Pemeriksaan kadar gula darah
  • Pemeriksaan kolesterol
  • Konsultasi kesehatan
  • Pemberian obat sesuai kebutuhan

Layanan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Selain memberikan pelayanan kesehatan, mahasiswa juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pola makan sehat saat berpuasa, pencegahan penyakit tidak menular, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kolaborasi Sosial AKPER dan LMI

Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga sosial kemanusiaan. LMI turut berperan dalam penyediaan bantuan sosial berupa sembako murah yang sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di wilayah Desa Sidolaju.

Tidak hanya itu, sebagian bantuan yang dihimpun juga ditujukan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatra, sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan kepada saudara-saudara yang terdampak musibah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bersama-sama menebarkan kebaikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pengalaman Berharga bagi Mahasiswa Keperawatan

Bagi mahasiswa AKPER Ngawi, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk mengaplikasikan ilmu keperawatan secara langsung di masyarakat. Mahasiswa berlatih melakukan asesmen kesehatan, memberikan edukasi, hingga melakukan tindakan sederhana sesuai dengan kompetensi keperawatan komunitas.

Pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kemampuan critical thinking dan keterampilan praktik mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi kesehatan masyarakat.

Perwakilan BEM AKPER Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

“Kami merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Sosial Ramadhan 1447 H ini. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan,” ungkapnya.

Membangun Kepedulian dan Kesehatan Masyarakat

Di tengah berbagai tantangan kesehatan dan ekonomi masyarakat saat ini, kegiatan bakti sosial ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar berkat kerja sama yang solid antara panitia, mahasiswa, dosen, serta dukungan dari berbagai pihak.

Melalui kegiatan ini, AKPER Pemkab Ngawi berharap tradisi bakti sosial di bulan Ramadhan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga dapat menumbuhkan nilai kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, peduli, dan berdaya saing di masa depan.

BEM Akper Ngawi Berpartisipasi dalam Pemeriksaan Kesehatan Calon Duta Genre Kabupaten Ngawi

(Ngawi, 16 Februari 2026) – Dalam rangkaian seleksi Duta Generasi Berencana (Duta Genre) Kabupaten Ngawi tahun 2026, telah dilaksanakan tes kesehatan pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan finalis yang tidak hanya unggul dalam intelektual dan kemampuan public speaking, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang sehat dan prima.

Tes kesehatan diikuti oleh seluruh peserta yang telah lolos tahap administrasi dan seleksi awal. Sejak pagi hari, para peserta hadir dengan penuh semangat dan antusiasme, mengenakan pakaian rapi serta membawa persyaratan yang telah ditentukan panitia. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, dengan tetap memperhatikan kenyamanan serta privasi masing-masing peserta selama proses pemeriksaan berlangsung.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah, lingkar lengan atas (LILA), tinggi badan, berat badan, serta wawancara singkat mengenai riwayat penyakit dan alergi bawaan. Selain itu, dilakukan skrining kesehatan umum guna memastikan tidak adanya kondisi medis tertentu yang dapat menghambat aktivitas peserta selama masa karantina maupun saat menjalankan tugas sebagai Duta Genre nantinya.

Pelaksanaan tes kesehatan ini merupakan bentuk kerja sama antara panitia Duta Genre Kabupaten Ngawi dengan BEM Akademi Keperawatan (Akper) Pemkab Ngawi. Pihak Duta Genre secara resmi mengajak BEM Akper Ngawi untuk turut membantu dalam proses pemeriksaan kesehatan calon peserta. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi positif antara program pembinaan generasi muda dengan institusi pendidikan kesehatan di Kabupaten Ngawi.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Akper Ngawi berperan aktif dalam membantu proses pemeriksaan, mulai dari pengukuran tekanan darah, LILA, tinggi dan berat badan, hingga pendataan hasil pemeriksaan peserta. Keterlibatan ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi pengalaman praktik yang berharga dalam mengaplikasikan keterampilan klinis dasar serta komunikasi efektif kepada peserta.

Ketua panitia Duta Genre Kabupaten Ngawi menyampaikan apresiasi atas partisipasi BEM Akper Ngawi dalam kegiatan ini.

 “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan BEM Akper Ngawi yang telah membantu proses pemeriksaan kesehatan. Kolaborasi ini sangat membantu kelancaran kegiatan dan memastikan seluruh peserta dapat terdata dengan baik,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan BEM Akper Ngawi juga menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian serta implementasi ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. “Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam seleksi Duta Genre Kabupaten Ngawi. Semoga melalui pemeriksaan ini, para finalis benar-benar siap secara fisik dan mampu menjadi role model remaja yang sehat dan inspiratif,” ungkapnya.

Seluruh proses pemeriksaan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Dengan kerja sama yang solid antara panitia dan BEM Akper Ngawi, kegiatan tes kesehatan berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon Duta Genre Kabupaten Ngawi tidak hanya siap secara intelektual dan kepribadian, tetapi juga dalam kondisi kesehatan yang optimal. Sinergi antara generasi muda dan mahasiswa kesehatan ini diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan positif lainnya demi mewujudkan generasi yang sehat, berencana, dan berdaya saing di masa depan.

MENELADANI SPIRIT ISRA MI’RAJ DALAM MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KARAKTER MAHASISWA KEPERAWATAN YANG PROFESIONAL DAN BERAKHLAK MULIA

Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Institusi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi menyelenggarakan rangkaian kegiatan keagamaan yang khidmat pada tanggal 22 januari 2026. Acara ini dihadiri oleh Bapak ibu Dosen, Staf, serta Mahasiswa Keperawatan dengan tujuan memperkuat nilai spiritualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Diawali Dengan Tadarus Bersama    

Kegiatan dimulai dengan sesi Tadarus Al-Qur’an. Seluruh peserta yang hadir bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci sebagai bentuk syukur dan permohonan keberkahan bagi institusi. Tadarus ini menjadi sarana untuk menenangkan jiwa sebelum memulai rangkaian acara utama, sekaligus mengingatkan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam menjalankan profesi yang mulia. Pembacaan ayat suci merupakan elemen penting untuk mempererat hubungan spiritual antar Mahasiswa di lingkungan kerja.

Acara selanjutnya adalah Melantunkan Ayat Suci Al-Qur’an

Melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu Mahasiswa dari Akper Pemkab Ngawi yaitu Sofyan Dawod.Membaca ayat suci Al-Qur;an saat peringatan Isra Mi’raj itu bukan sekadar pengisi acara, tapi punya makna dan tujuan yang dalam.

Beberapa tujuannya antara lain:

1. Mengagungkan dan mendekatkan diri kepada Allah
Isra Mi’raj adalah peristiwa agung. Membaca Al-Qur’an menjadi bentuk ibadah dan pengagungan kepada Allah SWT.

2. Mendapat pahala
Setiap huruf Al-Qur’an bernilai pahala, apalagi dibaca dalam momen peringatan hari besar Islam.

3. Sebagai syiar Islam
Lantunan Al-Qur’an menjadi dakwah yang lembut, mengajak umat untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan ajarannya.

Jadi intinya, melantunkan ayat suci Al-Qur’an saat Isra Mi’raj itu agar acara bernilai ibadah, penuh makna, dan membawa keberkahan.

Lalu dilanjutkan Acara Inti Yaitu Ceramah Oleh Ustadz YUSUF HELMI AHMAD

Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang mengusung tema “Tema yang Diangkat yaitu ’’Meneladani Spirit Isra Mi’raj dalam Meningkatkan Keimanan dan Karakter Mahasiswa Keperawatan yang Profesional dan Berakhlak Mulia’’

Dalam tausiyahnya, pembicara menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol ketangguhan dan kasih sayang dalam melayani sesama.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan bagi tenaga kesehatan adalah:

1. Empati dan Ketulusan: Sebagaimana Nabi Muhammad SAW yang dihibur oleh Allah melalui Isra Miraj setelah melewati masa kesedihan (Amul Huzn), perawat diharapkan memiliki empati tinggi terhadap pasien yang sedang berada dalam masa sulit.

2. Ketaatan dan Tanggung Jawab: Perintah shalat lima waktu yang dibawa Nabi dari peristiwa ini mengajarkan tentang kedisiplinan dan komunikasi intens kepada Sang Pencipta. Bagi perawat, ini diimplementasikan melalui tanggung jawab penuh dalam menjaga kualitas asuhan keperawatan dan berkomunikasi baik dengan pasien.

3. Etika Pelayanan Dan Berkah Akhirat: Profesi perawat yang berorientasi pada keselamatan jiwa manusia mencerminkan ketaatan kepada Allah, sejalan dengan nilai-nilai yang dipetik dari hikmah pelayanan kesehatan.

Penutup

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh peserta isra mi’raj senantiasa diberikan kekuatan serta kesabaran dalam mengabdi. Melalui peringatan ini, diharapkan setiap langkah pelayanan yang diberikan bukan hanya sekadar tugas profesional, tetapi juga menjadi ladang ibadah yang berlandaskan pada akhlak mulia Rasulullah SAW.

Akper Pemkab Ngawi Berkomitmen pada Keselamatan Mahasiswa melalui Vaksinasi Hepatitis

Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi (Akper Pemkab Ngawi) menunjukkan komitmen nyata dalam menjamin keselamatan dan kesehatan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional melalui pelaksanaan vaksinasi Hepatitis. Kegiatan ini merupakan langkah preventif penting dalam menghadapi risiko paparan penyakit infeksi yang berpotensi terjadi selama proses pendidikan, khususnya saat mahasiswa menjalani praktik laboratorium dan praktik klinik di fasilitas pelayanan kesehatan.

Hepatitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang organ hati dan dapat menular melalui darah serta cairan tubuh. Mahasiswa keperawatan termasuk dalam kelompok berisiko karena keterlibatan langsung mereka dalam berbagai tindakan keperawatan. Oleh karena itu, pemberian vaksin Hepatitis menjadi upaya perlindungan dini yang sangat penting sebelum mahasiswa terjun langsung ke lingkungan praktik klinik. Pelaksanaan vaksinasi Hepatitis di Akper Pemkab Ngawi merupakan bagian dari program kesehatan dan keselamatan mahasiswa yang direncanakan secara sistematis.

Rangkaian kegiatan vaksinasi dilaksanakan dalam rentang waktu 7 September hingga 26 Desember 2025 dan diikuti oleh 61 mahasiswa yang dipersiapkan untuk praktik klinik. Sebelum pemberian vaksin, seluruh peserta menjalani pemeriksaan laboratorium HBsAg sebagai tahap skrining awal. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan mahasiswa serta menjamin bahwa vaksinasi diberikan secara tepat dan aman.

Pemberian vaksin Hepatitis B dilakukan sebanyak tiga dosis sesuai standar pelayanan kesehatan. Dosis pertama diberikan pada 17 Oktober 2025, dosis kedua pada 24 November 2025, dan dosis ketiga pada 26 Desember 2025. Seluruh proses vaksinasi dilaksanakan dengan pendampingan tenaga kesehatan profesional guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta mutu pelayanan kesehatan yang optimal.

Direktur Akper Pemkab Ngawi menegaskan bahwa” kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud tanggung jawab institusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Mahasiswa dipandang sebagai aset masa depan pelayanan kesehatan, sehingga perlindungan terhadap risiko penyakit menular menjadi prioritas utama. Melalui vaksinasi Hepatitis, mahasiswa diharapkan lebih siap dan terlindungi saat menjalani praktik klinik.”

Selain memberikan perlindungan kesehatan, kegiatan vaksinasi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa. Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi, pencegahan penyakit menular, serta penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di bidang keperawatan. Hal ini sejalan dengan visi Akper Pemkab Ngawi dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri serta pasien.

Melalui kegiatan vaksinasi Hepatitis ini, Akper Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan keperawatan yang mengedepankan mutu, keselamatan, dan profesionalisme. Diharapkan, program ini dapat mendukung terwujudnya lulusan keperawatan yang sehat, siap praktik, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas kepada masyarakat untuk terus mengembangkan berbagai program promotif dan preventif lainnya sebagai upaya menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan mendukung peningkatan mutu pendidikan keperawatan secara berkelanjutan.

Peningkatan Kompetensi Klinis Mahasiswa Melalui Pelatihan Khitan Konvensional

Sebagai institusi pendidikan kesehatan, peningkatan kompetensi teknis mahasiswa merupakan hal yang sangat krusial. Salah satu keterampilan klinis yang penting untuk dikuasai adalah prosedur sirkumsisi atau khitan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan intensif yang menggabungkan pemahaman teori dan aspek legal guna mencetak tenaga kesehatan yang profesional.

1. Pelaksanaan Kegiatan

Akper Pemkab Ngawi menyelenggarakan acara Pelatihan Khitan Konvensional pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode hybrid (kombinasi tatap muka dan daring melalui Zoom) untuk memastikan jangkauan materi yang luas namun tetap interaktif.

Acara dimulai dengan registrasi peserta dan pelaksanaan pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal mahasiswa terkait prosedur khitan. Setelah itu, rangkaian formal dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Akper Pemkab Ngawi, yang dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Bapak Edy Prawoto, M.Kep selaku Direktur Akper.

2. Pemaparan Materi Inti

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Bapak Sukarmin, S.Kep., Ns, yang menyampaikan materi secara komprehensif ke dalam tiga tahap utama:

 Materi 1: Landasan Dasar dan Etika

Sesi pertama membahas mengenai konsep dasar, aspek legal, serta etika dalam melakukan khitan konvensional. Hal ini penting agar mahasiswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami batasan hukum dan prosedur yang berlaku.

 Materi 2: Alat dan Prosedur

Sesi kedua fokus pada pengenalan alat, bahan, serta tahapan prosedur khitan secara mendalam. Mahasiswa diajarkan urutan tindakan yang benar untuk memastikan keamanan pasien selama tindakan berlangsung.

 Materi 3: Perawatan Pasca-Tindakan

Sesi terakhir membahas mengenai perawatan pasca-khitan serta penatalaksanaan komplikasi sederhana yang mungkin muncul. Materi ini bertujuan agar mahasiswa mampu memberikan edukasi yang tepat kepada pasien dan keluarga setelah tindakan selesai.

Diskusi dan Evaluasi

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai tantangan di lapangan. Acara ditutup dengan pelaksanaan Evaluasi (post-test) untuk melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian materi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kepercayaan diri dan keterampilan yang mumpuni dalam melakukan tindakan klinis, khususnya khitan konvensional, demi kontribusi nyata di masyarakat.

Latihan Dasar Kepemimpinan Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Pemimpin Mahasiswa

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi eksekutif di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai wadah aspirasi dan penggerak kegiatan mahasiswa. BEM dituntut memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta mampu memimpin dan bekerja sama secara efektif, oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan, salah satunya melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Begitu pula BEM AKPER Ngawi, yang melakukan acara LDK pada Sabtu, 13 Desember 2025. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Bapak Direktur Akper (Bapak Edy Prawoto,S.Kep. Nrs.,M.Kep).

Memasuki Acara Inti Pertama yaitu materi yang disampaikan Bapak Edy Prawoto dengan Tema “Dasar – Dasar Kepemimpinan” yang mengajarkan kita untuk mengetahui makna kepemimpinan dalam berorganisasi, macam-macam gaya kepemimpinan beserta dampaknya,  serta cara pengambilan keputusan dalam berorganisasi dan cara memanajemen waktu dan skala prioritas.

Acara Inti Kedua yaitu materi yang disampaikan oleh  Ibu Nurul Hidayah, S.Kep, Ners., M.Gizi dengan tema “Keorganisasian dan Peran BEM”. Yang meliputi struktur dan fungsi BEM AKPER Ngawi, Peran BEM sebagai Agent of Change yaitu sebagai pelopor perubahan positif di lingkungan kampus, kemudian sebagai Social Control yang berfungsi melakukan kontrol sosial secara santun dan bertanggung jawab terhadap kebijakan kampus yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa. Dan terakhir sebagai aspirator yakni menjembatani aspirasi mahasiswa dengan pihak institusi melalui komunikasi yang etis, data yang jelas,dan solusi realistis.

Selanjutnya, Acara Inti ketiga yakni Materi yang disampaikan oleh Bapak Bremartojo, SKM., M.Kes, C.PEC, CT.NLP, dengan tema “ Komunikasi Efektif dan Public Speaking” yaitu mengajarkan kita teknik untuk  menyampaikan pesan dengan jelas, mempengaruhi, menginspirasi, atau menghibur audience serta  untuk meningkatkan kepercayan diri dalam berbicara didepan umum.

Dilanjutkan dengan materi “Teamwork, Manajemen konflik dan Problem Solving”, yakni keterampilan kunci yang saling mendukung dalam menciptakan tim yang efektif dan produktif. Teamwork memungkinkan tim untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan kekuatan dan keahlian masing-masing anggota. Manajemen konflik membantu tim mengatasi perbedaan secara konstruktif, sehingga konflik tidak mengganggu kinerja tim. Sementara itu, Problem Solving memastikan tim menemukan solusi efektif untuk mengatasi tantangan yang muncul Secara keseluruhan, ketiga keterampilan ini berfungsi untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, memungkinkan tim untuk berkolaborasi dengan baik, mengatasi masalah, dan terus berkembang menuju tujuan bersama.

Adapula materi Outdoor yang disampaikan oleh Bapak Bremartojo, SKM., M.Kes, C.PEC, CT.NLP yakni dengan Games Leadership yaitu suatu game yang mengajarkan mengenai arti kepercayaan, kekompakan, kerja sama, tanggung jawab dalam satu tim.

Acara di akhiri dengan Refleksi Keperawatan yaitu dengan metode Hipnoterapi. Dengan tujuan mengakses pikiran bawah sadar untuk menciptakan perubahan positif.

Dengan adanya acara LDK – BEM diharapakan dapat  membentuk karakter pemimpin mahasiswa yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengelola organisasi secara efektif, melalui peningkatan skill kepemimpinan, manajemen diri, keorganisasian, public speaking, serta menumbuhkan kesadaran sosial dan solidaritas. LDK bertujuan mencetak kader mahasiswa yang siap melanjutkan kepemimpinan dan berkontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat. 

Mahasiswa Akper Pemkab Ngawi Ikuti Pelatihan Bela Negara di Yon Armed 12

Dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat karakter kebangsaan, Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Pelatihan Bela Negara dengan tema “Peran Mahasiswa Akper sebagai Generasi Muda dalam Menguatkan Ketahanan Kesehatan Bangsa.”
Kegiatan ini berlangsung pada 1–3 November 2025 di Batalyon Armed 12 Ngawi dan diikuti oleh 80 mahasiswa tingkat I dan II.

Selama tiga hari pelatihan, para mahasiswa mendapatkan pembinaan langsung dari jajaran TNI Yon Armed 12. Materi yang diberikan meliputi latihan kedisiplinan, pembentukan karakter, peningkatan wawasan kebangsaan, serta kegiatan fisik dan mental untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa juga dilatih mengenai kerja sama tim, kepemimpinan, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan di dunia kesehatan.

Direktur Akper Pemkab Ngawi, Edy Prawoto, M.Kep menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat bela negara dan nilai kebangsaan yang kuat.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air kepada mahasiswa. Sebagai calon tenaga kesehatan, mereka memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan bangsa, terutama di bidang kesehatan,” ujarnya.

Pelatihan ini juga menjadi wujud nyata penerapan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Nilai-nilai bela negara diintegrasikan dengan visi Program Studi D3 Keperawatan Akper Pemkab Ngawi, yaitu “Menjadi program studi D3 Keperawatan yang menghasilkan perawat vokasi yang berakhlak mulia, kompeten, dan unggul di bidang homecare serta mampu bersaing secara nasional dan berwawasan global.”

Sementara itu, perwakilan Yon Armed 12 menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa selama mengikuti kegiatan.

“Kami bangga melihat antusiasme mahasiswa Akper Pemkab Ngawi. Disiplin, kerja sama, dan semangat kebersamaan yang mereka tunjukkan menjadi modal penting dalam membangun karakter kebangsaan,” ungkap salah satu instruktur pelatihan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta siap berkontribusi dalam memperkuat ketahanan kesehatan bangsa dan menjaga nama baik profesi keperawatan di tingkat nasional maupun global.

Dies Natalis Ke-27 Akper Pemkab Ngawi

Ngawi Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar perayaan Dies Natalis ke-27 dengan penuh semangat dan kebersamaan pada pagi hari yang cerah. Rangkaian acara dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Direktur Bapak Edy Prawoto, M.Kep. Diikuti oleh pengurus Yayasan Kesehatan Ketonggo dan seluruh civitas akademika Akper Pemkab Ngawi.

Dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur, apel pagi tersebut menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang Akper Pemkab Ngawi dalam mencetak tenaga kesehatan professional, humanis, dan berintegritas. Sebagai simbol ungkapan syukur, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Yayasan yang diserahkan kepada Direktur. Momen ini menggambarkan rasa syukur serta harapan agar Akper Pemkab Ngawi terus berkembang dan berkontribusi bagi dunia kesehatan.

Setelah apel selesai, seluruh peserta melanjutkan kegiatan fun walk atau jalan santai yang mengambil rute dimulai dari Kampus Akper menuju sekitaran alun-alun Kabupatan Ngawi dan kembali lagi ke Kampus Akper sebagai garis finish. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan dan kebugaran, tetapi juga menunjukkan eksistensi Akper Pemkab Ngawi kepada masyarakat sebagai institusi yang berkontribusi secara nyata khususnya dalam dunia kesehatan.

Tidak hanya fun walk, acara Dies Natalis kemudian dilanjutkan bazar makanan gratis yang memanjakan para peserta. Hidangan beragam seperti bakso, soto, gorengan, dan es teh disajikan untuk dinikmati oleh semua yang hadir. Perayaan Dies Natalis ke-27 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan dedikasi, dan terus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari keluarga besar Akper Pemkab Ngawi.

Harapan besar mengiringi peringatan Dies Natalis ke-27 ini. Semoga Akper Pemkab Ngawi terus berkembang dan segera bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), lembaga pendidikan kesehatan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

AKPER Pemkab Ngawi Sambut Mahasiswa Baru Lewat Kegiatan PPSM 2025

Ngawi – Akademi Keperawatan (AKPER) Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Program Studi Mahasiswa (PPSM) Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan diikuti 76 mahasiswa baru selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 September 2025 dengan mengusung tema “Pengabdian yang Berjiwa Besar dan Beretika”.

PPSM merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan membekali mahasiswa baru dengan wawasan dasar mengenai kehidupan akademik, organisasi kemahasiswaan, serta nilai-nilai dasar profesi keperawatan.

Pembukaan oleh Direktur AKPER

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur AKPER Pemkab Ngawi, Bapak Edy Prawoto, M.Kep., yang dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap mahasiswa baru agar mampu menjadi generasi perawat yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian tinggi.

Direktur AKPER Pemkab Ngawi menyampaikan materi

Kuliah Perdana bersama Bupati Ngawi

PPSM 2025 juga menghadirkan kuliah perdana dan sesi motivasi yang disampaikan langsung oleh Bupati Ngawi, Bapak Ony Anwar Harsono, S.ST., M.H. Dalam kuliah perdana ini beliau mendorong mahasiswa baru untuk membangun etika dan norma dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain itu, Bupati juga menyampaikan terkait kepemimpinan, dedikasi, dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang calon tenaga kesehatan.

Kuliah Perdana bersana Bupati Ngawi

Aksi Bakti Sosial

Sebagai wujud nyata dari semangat pengabdian, mahasiswa baru bersama panitia PPSM melaksanakan kegiatan nakti sosial di sekitar lingkungan kampus. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap peduli, empati, dan semangat berbagi sejak dini dalam kehidupan mahasiswa.

Aksi bakti sosial mahasiswa baru bersama panitia PPSM

Penutup : Resmi menjadi bagian dari AKPER Pemkab Ngawi

Dengan selesainya rangkaian kegiatan PPSM 2025, mahasiswa baru bukan lagi orang asing di lingkungan kampus. Mereka kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar AKPER Pemkab Ngawi. Diharapkan, mereka akan mampu menjadi perawat yang profesional, humanis, dan siap mengabdi pada masyarakat.