Akper Pemkab Ngawi Berkomitmen pada Keselamatan Mahasiswa melalui Vaksinasi Hepatitis

Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Ngawi (Akper Pemkab Ngawi) menunjukkan komitmen nyata dalam menjamin keselamatan dan kesehatan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional melalui pelaksanaan vaksinasi Hepatitis. Kegiatan ini merupakan langkah preventif penting dalam menghadapi risiko paparan penyakit infeksi yang berpotensi terjadi selama proses pendidikan, khususnya saat mahasiswa menjalani praktik laboratorium dan praktik klinik di fasilitas pelayanan kesehatan.

Hepatitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang organ hati dan dapat menular melalui darah serta cairan tubuh. Mahasiswa keperawatan termasuk dalam kelompok berisiko karena keterlibatan langsung mereka dalam berbagai tindakan keperawatan. Oleh karena itu, pemberian vaksin Hepatitis menjadi upaya perlindungan dini yang sangat penting sebelum mahasiswa terjun langsung ke lingkungan praktik klinik. Pelaksanaan vaksinasi Hepatitis di Akper Pemkab Ngawi merupakan bagian dari program kesehatan dan keselamatan mahasiswa yang direncanakan secara sistematis.

Rangkaian kegiatan vaksinasi dilaksanakan dalam rentang waktu 7 September hingga 26 Desember 2025 dan diikuti oleh 61 mahasiswa yang dipersiapkan untuk praktik klinik. Sebelum pemberian vaksin, seluruh peserta menjalani pemeriksaan laboratorium HBsAg sebagai tahap skrining awal. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan mahasiswa serta menjamin bahwa vaksinasi diberikan secara tepat dan aman.

Pemberian vaksin Hepatitis B dilakukan sebanyak tiga dosis sesuai standar pelayanan kesehatan. Dosis pertama diberikan pada 17 Oktober 2025, dosis kedua pada 24 November 2025, dan dosis ketiga pada 26 Desember 2025. Seluruh proses vaksinasi dilaksanakan dengan pendampingan tenaga kesehatan profesional guna menjamin keamanan, kenyamanan, serta mutu pelayanan kesehatan yang optimal.

Direktur Akper Pemkab Ngawi menegaskan bahwa” kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud tanggung jawab institusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Mahasiswa dipandang sebagai aset masa depan pelayanan kesehatan, sehingga perlindungan terhadap risiko penyakit menular menjadi prioritas utama. Melalui vaksinasi Hepatitis, mahasiswa diharapkan lebih siap dan terlindungi saat menjalani praktik klinik.”

Selain memberikan perlindungan kesehatan, kegiatan vaksinasi ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa. Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi, pencegahan penyakit menular, serta penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di bidang keperawatan. Hal ini sejalan dengan visi Akper Pemkab Ngawi dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri serta pasien.

Melalui kegiatan vaksinasi Hepatitis ini, Akper Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan keperawatan yang mengedepankan mutu, keselamatan, dan profesionalisme. Diharapkan, program ini dapat mendukung terwujudnya lulusan keperawatan yang sehat, siap praktik, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas kepada masyarakat untuk terus mengembangkan berbagai program promotif dan preventif lainnya sebagai upaya menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan mendukung peningkatan mutu pendidikan keperawatan secara berkelanjutan.

Peningkatan Kompetensi Klinis Mahasiswa Melalui Pelatihan Khitan Konvensional

Sebagai institusi pendidikan kesehatan, peningkatan kompetensi teknis mahasiswa merupakan hal yang sangat krusial. Salah satu keterampilan klinis yang penting untuk dikuasai adalah prosedur sirkumsisi atau khitan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan intensif yang menggabungkan pemahaman teori dan aspek legal guna mencetak tenaga kesehatan yang profesional.

1. Pelaksanaan Kegiatan

Akper Pemkab Ngawi menyelenggarakan acara Pelatihan Khitan Konvensional pada Jumat, 19 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode hybrid (kombinasi tatap muka dan daring melalui Zoom) untuk memastikan jangkauan materi yang luas namun tetap interaktif.

Acara dimulai dengan registrasi peserta dan pelaksanaan pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal mahasiswa terkait prosedur khitan. Setelah itu, rangkaian formal dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Akper Pemkab Ngawi, yang dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Bapak Edy Prawoto, M.Kep selaku Direktur Akper.

2. Pemaparan Materi Inti

Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli, Bapak Sukarmin, S.Kep., Ns, yang menyampaikan materi secara komprehensif ke dalam tiga tahap utama:

 Materi 1: Landasan Dasar dan Etika

Sesi pertama membahas mengenai konsep dasar, aspek legal, serta etika dalam melakukan khitan konvensional. Hal ini penting agar mahasiswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami batasan hukum dan prosedur yang berlaku.

 Materi 2: Alat dan Prosedur

Sesi kedua fokus pada pengenalan alat, bahan, serta tahapan prosedur khitan secara mendalam. Mahasiswa diajarkan urutan tindakan yang benar untuk memastikan keamanan pasien selama tindakan berlangsung.

 Materi 3: Perawatan Pasca-Tindakan

Sesi terakhir membahas mengenai perawatan pasca-khitan serta penatalaksanaan komplikasi sederhana yang mungkin muncul. Materi ini bertujuan agar mahasiswa mampu memberikan edukasi yang tepat kepada pasien dan keluarga setelah tindakan selesai.

Diskusi dan Evaluasi

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai tantangan di lapangan. Acara ditutup dengan pelaksanaan Evaluasi (post-test) untuk melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian materi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kepercayaan diri dan keterampilan yang mumpuni dalam melakukan tindakan klinis, khususnya khitan konvensional, demi kontribusi nyata di masyarakat.

Latihan Dasar Kepemimpinan Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Pemimpin Mahasiswa

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi eksekutif di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai wadah aspirasi dan penggerak kegiatan mahasiswa. BEM dituntut memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta mampu memimpin dan bekerja sama secara efektif, oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan, salah satunya melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Begitu pula BEM AKPER Ngawi, yang melakukan acara LDK pada Sabtu, 13 Desember 2025. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Bapak Direktur Akper (Bapak Edy Prawoto,S.Kep. Nrs.,M.Kep).

Memasuki Acara Inti Pertama yaitu materi yang disampaikan Bapak Edy Prawoto dengan Tema “Dasar – Dasar Kepemimpinan” yang mengajarkan kita untuk mengetahui makna kepemimpinan dalam berorganisasi, macam-macam gaya kepemimpinan beserta dampaknya,  serta cara pengambilan keputusan dalam berorganisasi dan cara memanajemen waktu dan skala prioritas.

Acara Inti Kedua yaitu materi yang disampaikan oleh  Ibu Nurul Hidayah, S.Kep, Ners., M.Gizi dengan tema “Keorganisasian dan Peran BEM”. Yang meliputi struktur dan fungsi BEM AKPER Ngawi, Peran BEM sebagai Agent of Change yaitu sebagai pelopor perubahan positif di lingkungan kampus, kemudian sebagai Social Control yang berfungsi melakukan kontrol sosial secara santun dan bertanggung jawab terhadap kebijakan kampus yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa. Dan terakhir sebagai aspirator yakni menjembatani aspirasi mahasiswa dengan pihak institusi melalui komunikasi yang etis, data yang jelas,dan solusi realistis.

Selanjutnya, Acara Inti ketiga yakni Materi yang disampaikan oleh Bapak Bremartojo, SKM., M.Kes, C.PEC, CT.NLP, dengan tema “ Komunikasi Efektif dan Public Speaking” yaitu mengajarkan kita teknik untuk  menyampaikan pesan dengan jelas, mempengaruhi, menginspirasi, atau menghibur audience serta  untuk meningkatkan kepercayan diri dalam berbicara didepan umum.

Dilanjutkan dengan materi “Teamwork, Manajemen konflik dan Problem Solving”, yakni keterampilan kunci yang saling mendukung dalam menciptakan tim yang efektif dan produktif. Teamwork memungkinkan tim untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan kekuatan dan keahlian masing-masing anggota. Manajemen konflik membantu tim mengatasi perbedaan secara konstruktif, sehingga konflik tidak mengganggu kinerja tim. Sementara itu, Problem Solving memastikan tim menemukan solusi efektif untuk mengatasi tantangan yang muncul Secara keseluruhan, ketiga keterampilan ini berfungsi untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, memungkinkan tim untuk berkolaborasi dengan baik, mengatasi masalah, dan terus berkembang menuju tujuan bersama.

Adapula materi Outdoor yang disampaikan oleh Bapak Bremartojo, SKM., M.Kes, C.PEC, CT.NLP yakni dengan Games Leadership yaitu suatu game yang mengajarkan mengenai arti kepercayaan, kekompakan, kerja sama, tanggung jawab dalam satu tim.

Acara di akhiri dengan Refleksi Keperawatan yaitu dengan metode Hipnoterapi. Dengan tujuan mengakses pikiran bawah sadar untuk menciptakan perubahan positif.

Dengan adanya acara LDK – BEM diharapakan dapat  membentuk karakter pemimpin mahasiswa yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengelola organisasi secara efektif, melalui peningkatan skill kepemimpinan, manajemen diri, keorganisasian, public speaking, serta menumbuhkan kesadaran sosial dan solidaritas. LDK bertujuan mencetak kader mahasiswa yang siap melanjutkan kepemimpinan dan berkontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.